Rabu, 07 November 2012

2014: Alutsista TNI Capai 40% Kekuatan Pokok Minimum

Kekuatan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI-AU hingga semester I 2014 diyakini akan mencapai 40% dari kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF) .

"Hadirnya pesawat tempur F-16, pesawat angkut dan pesawat tempur lainnya akan mempercepat dan menambah prosentasi kekuatan pertahanan kita, khususnya TNI-AU," kata Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro di acara penyerahan 4 pesawat Super Tucano EMB-314 dari Embraer Brasil kepada Kementerian Pertahanan, di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin, 17 September.
F-16A block 15 TNI AU
F-16A block 15 TNI AU

Terlebih, lanjut dia, TNI-AU telah menerima 4 unit pesawat tempur taktis Super Tucano. Diharapkan pada 2014 nanti 14 jenis alutsista akan menambah kekuatan TNI AU, seperti pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, pesawat latih, pesawat intai, dan pesawat tempur lainnya.

"Saat ini TNI-AU telah menerima empat unit pesawat Super Tucano. Pada Januari 2013 akan datang kembali empat unit. Diharapkan pada akhir 2013 atau awal 2014 akan tiba delapan unit lagi, sehingga tercapai satu skuadron atau 16 unit," katanya.
"Hingga 2014, diperkirakan ada sekitar 45 alutsista bergerak, baik untuk TNI-AU, TNI-AL, maupun TNI-AD"
Pesawat tempur itu akan menggantikan pesawat OV-10 Bronco yang tidak digunakan lagi sejak 2007. Pesawat ini akan ditempatkan di Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang.

Menurut dia, hingga 2014 mendatang pada akhir masa kabinet ini, diperkirakan ada sekitar 45 alutsista bergerak, baik untuk TNI-AU, TNI-AL, maupun TNI-AD. "Sebanyak 45 alutsista bergerak ini termasuk pesawat tempur maupun angkut, yang tiba di Indonesia," ujarnya.

Pesawat Super Tucano merupakan pesawat tempur taktis yang berfungsi sebagai pesawat latih berkemampuan counter insurgency atau pesawat serang antigerilya, sebagai pesawat kontrol udara dan juga dapat digunakan sebagai pesawat intai.

Keunggulan pesawat EMB-314 Super Tucano mampu membawa amunisi minimal 1,5 ton yang memiliki mesin tunggal Turboprop Pratt dan Whitney PT6A-68C berdaya 1600 tenaga kuda dan memiliki berat maksimum 5,4 ton dengan menggunakan bahan bakar avtur.

Sebelumnya, empat unit pesawat Super Tucano EMB-314/A-29 tiba di Bandara Abdulrahman Saleh, Malang, pada Minggu, 2 September. Pesawat yang diawaki pilot dan teknisi Embraer itu tiba setelah sebelumnya menempuh perjalanan dua pekan, dengan melintasi wilayah udara, yakni Spanyol, Maroko, Italia, Yunani, Mesir, Qatar, Oman, India, Thailand dan mendarat di Lanud Soewondo, Medan, Sumut, yang kemudian dilanjutkan ke Lanud Halim Perdanakusuma.

Mantan Agen CIA Mengklaim Amerika Tidak Membunuh Osama Bin Laden

Osama Bin Laden sebenarnya telah meninggal secara wajar 5 tahun sebelum ia dikabarkan di tembak mati di Pakistan oleh pasukan khusus Amerika. Pernyataan sensasional tersebut dikemukakan oleh seorang politisi Turki yang sebelumnya ia adalah agen intelijen Amerika Serikat. Dalam wawancara dengan Channel One Rusia, ia mengatakan bahwa Amerika hanya menemukan dan membongkar makam pemimpin al-Qaeda tersebut.

Osama Bin Laden
Para wartawan dari Channel One pertama kali bertemu dengan sumber ini pada 2008 lalu. Saat itu ia tampil di sebuah film dokumenter "Plan Caucaus" atau "Rencana Kaukaus" yang bertajuk tentang upaya intelijen barat untuk memisahkan wilayah Kaukaus Utara dan khususnya Chechnya dari Rusia pada awal 1990-an. Berkebangsaan Chechnya, sumber tersebut adalah Berkan Yashar yang sekarang menjadi politisi Turki, tetapi selama bertahun-tahun ia merupakan salah satu ideolog Johar Dudayev. Berkan Yashar pun menjadwalkan pertemuan dengan jurnalis, ia berjanji untuk menceritakan kebenaran tentang kematian Osama Bin Laden.

"Pada bulan September 1992 saya berada di Chechnya, saat itulah saya pertama kali bertemu dengan pria yang bernama Bin Laden". Pertemuan ini berlangsung di sebuah gedung dua lantai di kota Grozny. Di lantai atas tinggal keluarga Gamsakhurdia, Gamsakhurdia adalah mantan presiden Georgia yang diusir dari negaranya. Kami bertemu di lantai bawah di gedung yang sama, kata Berkan Yashar. Berkan mengatakan ia tidak tahu mengapa Bin Laden berkunjung ke Grozny dan hanya mengatakan satu hal dalam pertemuan tersebut :"Saya hanya ingin berbicara" .

Berkan Yashar
 Menurut Channel One, dalam tahun-tahun itu Berkan Yashar yang juga mantan karyawan Radio Liberty telah memiliki nama samaran/Operasional yaitu Abubakar yang diberikan oleh CIA kepadanya. Berkan mengatakan bukan hanya CIA yang mengetahui tentang hal ini, tapi intelijen Rusia juga mengetahui hal ini.

Menjawab pertanyaan tentang apakah benar Amerika yang membunuh Osama Bin Laden di Pakistan, Berkan Yashar menjawab : "Bahkan jika seluruh dunia telah meyakininya, saya tetap mengatakan tidak". "Secara pribadi saya tahu orang-orang Checnya yang melindunginya, mereka adalah Sami, Mahmood dan Ayub". Saya ingat hari kematian Osama dengan baik yaitu dengan tiga angka enam di dalamnya yaitu 26-6-2006. Mereka serta 2 orang dari London dan 2 dari Amerika mendampingi Osama Bin Laden saat kematian akan menjemputnya, mereka jelas melihat Osama Bin Laden mati. Keadaannya sekarat, sangat kurus, tinggal kulit dan tulang lalu mereka memandikan dan menguburnya," kata Berkan Yashar.

Yashar menekankan bahwa meskipun kedua orang Amerika dan Inggris (mereka adalah muslim pengawal Bin Laden) melihatnya mati, namun mereka tidak berpartisipasi dalam pemakaman. "Hanya 3 orang (Chechnya) yang menguburkannya" kata Yashar. Setelah Osama Bin Laden dikuburkan di pegunungan perbatasan pakistan dan Afganistan, terjadi serangan, kata Yashar. "Saya tahu tentang operasi Amerika untuk menemukan kubur Osama Bin Laden". Yang akhirnya akan menjadi berita besar tentang penembakan Bin Laden di Pakistan untuk membuktikan kepada warga Amerika bahwa teknologi keamanan mereka bekerja dengan baik, terkontrol dan untuk menunjukkan agar warga Amerika tidak sia-sia dalam membayar pajak.

Berkan merupakan orang pertama yang mengumumkan kematian Bin Laden. "Saya adalah orang pertama yang mengumumkan tanggal kematiannya pada bulan November 2008 di sebuah konferensi di Washington dan tampaknya setelah itu Amerika mulai menyadap semua telepon saya", katanya.

Berkan mengatakan bahwa ia melihat Sami yang menurutnya beberapa hari sebelum Osama Bin Laden dinyatakan tewas, Sami diculik oleh badan Intelijen AS. Menurut Berkan, kemungkinan besar dialah yang mengungkapkan tempat dimana Bin Laden akan dikuburkan yaitu di perbatasan Pakistan dan Afganistan.

Berkan menjelaskan mengapa ia mengungkap kematian Bin Laden kepada Channel One adalah karena hidupnya terancam. Menurutnya, meskipun ia telah mendapatkan pengawalan keamanan ketat dari pemerintah Turki tapi hanya publisitas luas ke seluruh dunialah yang dapat melindunginya dari CIA.

India: dari 872 Pesawat MIG, 482 Jatuh

Dari 872 pesawat tempur seri MIG yang dibeli oleh pemerintah India dari Rusia sampai tahun 1980, sebanyak 482 pesawat telah jatuh sampai dengan sekarang, menewaskan 171 pilot dan 39 warga sipil.
Sebanyak 872 pesawat MIG berbagai tipe telah dibeli oleh India sejak tahun 1966 hingga 1980, kecelakaan 482 MIG tersebut berlangsung sejak 1971 sampai 19 April 2012.
Pesawat MIG
Pesawat MIG
Rinciannya adalah 171 pilot, 39 warga sipil, 8 petugas servis dan 1 aircrew tewas dalam seluruh jumlah kecelakaan tersebut. Semuanya diakibatkkan karena human error dan kesalahan teknis.
Kini pemerintah India tengah gencar untuk melatih pilot-pilot muda mereka dengan program Basic Trainer Aircraft (BTA).

AS Gertak China dengan Kapal Perusak Siluman, China Tertawa

Dalam sejarah, AS adalah negara yang paling maju dalam membuat kapal perang. Adalah DDG-1000, kapal perang perusak kelas Zumwalt, yang disebut Pentagon sebagai "Kapal siluman super berpeluru perak". Kapal perang ini dapat bergerak pelan di sepanjang pantai, termasuk di perairan dangkal, memukul sasaran dengan senjata elektromagnetik dan mengecoh radar musuh.

Amerika berencana untuk melengkapi armadanya di kawasan Asia-Pasifik dengan kapal-kapal dari "film-film fiksi ilmiah". Rencana ini terlebih untuk mengantisipasi China yang mana saat ini militernya tengah meningkat tajam. Pentagon bermaksud untuk merelokasi 60% dari kapal-kapal perangnya di tahun 2020 dalam rangka strategi militer baru.
Kapal perusak siluman AS
Kapal Perusak Siluman AS DDG-1000
Kapal perusak baru saat ini sedang dibangun di Maine, yang pertama akan diluncurkan pada awal 2014. Mengunjungi galangan kapal lokal pada April lalu, Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Jonathan Grinert memuji kapal tersebut, dan mengatakan bahwa itu memang benar-benar kapal perang masa depan. Menteri Pertahanan AS mengatakan di sebuah konferensi keamanan regional di Singapura, bahwa kapal baru berteknologi tinggi itu akan menjadi bagian signifikan dari kekuatan AS di Asia-Pasifik.

Kapal perusak siluman tersebut dapat juga berguna di wilayah lain, seperti Teluk Persia, tapi militer yakin bahwa yang lebih bermanfaat adalah digunakan di Asia. Kapal-kapal baru tersebut dapat melakukan misi baik di laut lepas maupun dekat pantai. Di Asia ada banyak pulau, dan China memiliki garis pantai yang panjang di Pasifik. 
Kekhawatiran AS akan China

Washington telah mengkhawatirkan China yang secara aktif memodernisasi armada tempurnya. Secara khusus, negara China memiliki kapal induk yang dapat diandalkan, serta rudal dan kapal selam. Dengan kapal perang atau kapal selam biasa, maka akan sangat sulit sekali untuk mendekati perairan China. Amerika Serikat meyakini bahwa Beijing bermaksud untuk mencegah campur tangan Amerika atas konflik perbatasan di Laut Cina Selatan antara China dan beberapa negara Pasifik, dan sengketa dengan Taiwan yang saat ini masih diklaim oleh China sebagai salah satu provinsinya.

Sekarang AS memang memiliki keuntungan besar di laut lepas, tetapi China dengan modernisasi armadanya semakin berjaya di perairan dangkal, perairan pesisir. Kini Amerika tengah merancang kapal selam siluman baru untuk mengatasi kekuatan China ini.

Namun, militer China tidak takut dengan "Siluman berpeluru perak" versi fiksi ilmiah ini. Secara resmi, China memang tidak memberikan komentar mengenai rencana AS ini. Tapi seorang petinggi Angkatan Laut China muncul di sebuah televisi lokal dengan berkomentar secara terbuka yang bernada mengejek dan menertawai "tingkah" Amerika ini. Dia mengatakan bahwa semua pembicaraan tentang kapal perusak siluman terbaru Amerika yang tidak terkalahkan ini tidak lebih hanyalah sebuah iklan belaka, tapi seandainya memang benar-benar ada, maka cukup kapal nelayan China yang sarat akan peledak yang akan menghancurkannya.
 
Kapal perusak siluman AS
Kapal Perusak Siluman AS DDG-1000

Tak hanya di China, di AS sendiri pun banyak yang skeptis dengan kapal siluman perusak ini, meskipun keraguan itu bukan kepada teknologinya tetapi kepada biaya proyeknya. Pembuatan 1 unit DDG-1000 akan menelan biaya 3,1 miliar dolar - hampir dua kali lipat biaya pembuatan kapal perusak sebelumnya. Bila ditambahkan dengan biaya penelitian dan pengembangan, maka akan meningkat menjadi 7 miliar dolar. Sebuah harga yang sangat mahal yang harus dibayar AS di saat ekonomi mereka tidak menentu. Biaya itupun bila sesuai target, bila tidak - seperti proyek F-35 dan F-22 yang biayanya membengkak - maka bukan mustahil biayanya akan lebih dari itu. 
Menghabiskan Dana Miliaran Dolar

Para kritikus meyakini bahwa dana yang disedot oleh Pentagon dari Departemen Keuangan untuk proyek ini, lebih baik dihabiskan untuk dukungan bagi Angkatan Laut biasa AS daripada untuk program ini. Banyak pengamat militer mempertanyakan mengapa pengembang proyek ini terlalu terpaku pada teknologi masa depan fiksi ini.

Mereka sepertinya lupa dengan kisah pesawat fighter Amerika yang bermasalah, pesawat tempur generasi kelima  siluman F-22 Raptor. Sebelumnya F-22 Raptor disebut-sebut sebagai pesawat tercanggih yang pernah dibuat, tapi seperti yang baru-baru ini diungkapkan, bahkan pesawat ini berbahaya untuk pilotnya sendiri. Terlepas daripada itu, F-22 Raptor dijatuhkan dari pasar militer global karena harganya selangit. Pengganti F-22 Raptor, yaitu F-35 juga begitu, merupakan proyek paling mahal dalam sejarah Pentagon.

Angkatan Laut AS mengatakan bahwa biaya untuk membuat perusak tersebut akan tergantikan. Mereka yakin bahwa teknologi yang ditanamkan pada kapal siluman baru tersebut akan memenuhi keinginan AS untuk saat ini, dan pada dekade berikutnya secara bertahap akan diperkenalkan perusak-perusak lainnya.
"Kapal perusak tersebut juga dilengkapi dengan senjata elektromagnetik yang dengan bantuan medan magnet dan arus listrik akan melontarkan proyektil pada kecepatan beberapa kali lebih cepat dari kecepatan suara"
Kapal perusak DDG-1000 dan kapal siluman lainnya dari kelas Zumwalt memiliki body yang tidak terlacak, dilengkapi dengan motor listrik dan perangkat sonar paling canggih dan rudal. Kapal ini lebih panjang dan lebih berat dari kapal-kapal saat ini yang ada di Angkatan Laut AS, tetapi dengan sistem otomatis yang ditanamkan padanya, akan mengurangi jumlah kru yang harus mengoperasikan kapal ini. Selain itu, radar musuh akan melihat kapal ini bukan sebagai kapal perang, tetapi hanya sebagai sebuah kapal biasa yang sedikit lebih besar dari perahu nelayan.

Kapal perusak tersebut juga dilengkapi dengan senjata elektromagnetik yang dengan bantuan medan magnet dan arus listrik akan melontarkan proyektil pada kecepatan beberapa kali lebih cepat dari kecepatan suara.
Kongres AS Tidak Menyetujui Program Kapal Siluman Ini

Namun, meskipun fitur kapal perusak ini luar biasa, perusak ini hampir "tenggelam" di kongres AS. Awalnya Angkatan Laut menginginkan 32 unit, namun jumlah tersebut berkurang menjadi 24 dan kemudian menjadi tujuh. Sekarang hanya 3 kapal yang dibuat.

Biaya yang meningkat, sehingga tidak mengherankan bila proyek tersebut akan kolaps, kata seorang pengamat pertahanan di Technological University of Singapore Richard Bitsinger. "Sebagai ide, DDG-1000 memang baik, tetapi sangat riskan untuk menerapkan teknologi terlalu banyak ke dalamnya yang belum terbukti efisien," ia melanjutkan.

China Akses 80 Persen Komunikasi Dunia

China telah menemukan semacam "backdoor" untuk mengakses 80 persen dari komunikasi dunia untuk mendapatkan informasi yang dikirimkan melalui internet dan database infrastruktur sensitif, seperti yang dituliskan oleh seorang analis senior pertahanan Pentagon.

F.Micahel Maloof, yang sekarang menulis untuk WND, mengutip Huawei Technologies C0 Ltd dan ZTE Corporation yang adalah perusahaan pemerintah dan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dapat menggunakan "backdoor" ini untuk mendapatkan akses ke informasi di seluruh dunia melalui jaringan komersial yang telah diinstal oleh setiap produsen elektronik China.
Program backdoor China

"Kedua perusahaan tersebut telah memberikan China remote akses "backdoor" elektronik melalui peralatan yang telah mereka instal dalam jaringan telekomunikasi di 140 negara. Perusahaan telekomunikasi China menempati peringkat ke 45 dari seluruh operator telekomunikasi terbesar di dunia," tulis Maloof.

Kini China telah berusaha untuk lebih lagi dan sedang bekerja untuk mengakses 20 persen sisanya. Individu dan perusahaan yang berkomunikasi melalui jaringan mereka yaitu virtual private network/VPN sangat rentan terhadap hal ini. Saat ini telah banyak jaringan-jaringan yang "bocor" ke kolektor data China, terutama jaringan-jaringan perusahaan yang berbasis di negara-negara seperti Meksiko.

Pejabat Pemerintah AS menyadari ancaman ini. Komite Intelijen AS telah ditugaskan untuk menyelidiki dua perusahaan China ini. Departemen Perdagangan AS telah melarang Huawei untuk membangun jaringan nirkabel nasional, Maloof mengatakan.

Bahaya cyber dari China sangatlah berbahaya dan harus segera diantisipasi. Ini juga mengingatkan kita kepada kasus temuan 1.800 perangkat elektronik China di dalam peralatan penting militer AS seperti sistem pertahanan rudal dan sensor intelijen. Sebuah genderang perang untuk kesadaran dunia maya bagi Pentagon.

Roket Anti Tank Javelin ATGM M47 Dragon

Rudal anti tank Javelin

Roket Anti Tank Javelin ATGM M47 Dragon mulai dikembangkan pada tahun 1989 dengan kontrak untuk mengembangkan pengganti M47 Dragon Wire - guided anti tank missile - . Roket Anti Tank Javelin ATGM M47 Dragon awalnya dibuat untuk memecahkan 2 masalah utama yang dialami oleh pasukan Amerika. Salah satunya adalah karena serangkaian pengalaman "bencana" di Vietnam dan untuk melawan tank-tank Rusia. Roket Anti Tank Javelin ATGM M47 Dragon bukan hanya memecahkan kedua masalah tersebut tapi juga dapat digunakan untuk membobol benteng pertahanan musuh.

Tidak seperti pendahulunya, Javelin adalah fire and forget weapon. Diketahui, jarak efektif Javelin adalah 2,5 km, ini lebih pendek daripada beberapa sistem anti tank lain, tapi tetap saja jarak itu masih 2 kali lipat dari pendahulunya M47 Dragon. Hanya dalam 30 detik atau lebih, sistem pendingin imaging infrared (IIR) Javelin telah dapat mencapai suhu yang diperlukan untuk menggunakan Javelin di pertempuran. Ketika sensor telah siap, Javelin akan segera mengunci target kendaraan darat - tank dll - atau bahkan helikopter. Dengan 8,4 kg desain hulu ledak gandanya, Javelin dapat menghancurkan kendaraan lapis baja. Fitur terakhir utamanya adalah kemampuan "soft launch", yaitu Anda dapat menembakkannya dari ruang yang terbatas (gedung) tanpa perlu Anda dan tim Anda terbakar "sendiri" akibat efek penembakan.

Rudal anti tank Javelin
Rudal anti tank Javelin
Rudal anti tank Javelin
Berat seluruh keseluruhan Javelin sekitar 49 kilogram, ditambah 5 pon untuk baterai cadangan BA5590 lithium. Setiap baterai dapat bertahan selama 4 jam. Mudah dioperasikan dan mudah di mobile.

Inggris Telah Menjajah 90 Persen Negara di Dunia

Bendera Inggris
Anda mungkin sudah tahu negara mana di dunia yang paling banyak menjajah negara atau bangsa lain? Siapa lagi kalau bukan Inggris. Namun terkejutkah Anda bila dikatakan 90 persen negara di dunia ini pernah dijajah oleh Inggris?

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa 90 persen negara di dunia ternyata pernah dijajah Inggris. Dari sekitar 200 negara di dunia saat ini, hanya 22 negara yang sama sekali tak pernah dijajah Inggris, antara lain Guatemala, Tajikistan, Kepulauan Marshall dan termasuk satu negara Eropa, Luksemburg (Luxemburg).

Sejarah penjajahan Inggris itu dimuat dalam sebuah buku berjudul "All Countries We've Ever Invaded: And the Few Never Got Round To," karya Stuart Laycock.

Untuk menulis buku ini, Stuart berkeliling dunia ke negara-negara yang pernah dijajah Inggris. Dia melakukan riset sejarah mengenai persinggungan sebuah negara dengan Inggris.

Namun, dari daftar negara itu hanya sebagian kecil yang benar-benar pernah menjadi wilayah Kekaisaran Inggris. Sementara negara lain dimasukkan ke dalam daftar, karena sedikit banyak Inggris pernah hadir di wilayah mereka.

Dari beberapa negara yang pernah "dijajah" Inggris, beberapa cukup mengejutkan misalnya:

Kuba
Pada tahun 1714, armada Inggris di bawah pimpinan Laksamana Edward Vernon terdampar di Teluk Guantanamo. Saat terdampar itu, Vernon menguban nama Guantanamo menjadi Teluk Cumberland, sebelum meninggalkan Kuba karena mendapatkan perlawanan warga lokal dan wabah penyakit yang menyerang anak buahnya. Lalu 21 tahun sesudah peristiwa itu, ibu kota Kuba, Havana jatuh ke tangan Inggris lewat pertempuran berdarah. Tapi Inggris kemudian mengembalikan Havana ke tangan Spanyol pada 1763.

Islandia
Diinvasi pada tahun 1940 oleh pasukan Inggris setelah negara netral itu menolak bergabung dengan sekutu dalam Perang Dunia II. Pasukan penyerbu berkekuatan 745 personil marinir mendapatkan protes keras pemerintah Islandia namun tidak menemui perlawanan.

Vietnam
Vietnam pernah beberapa kali diserang Inggris sejak abad ke-17. Upaya terakhir adalah pada 1945-1946, saat Inggris melancarkan kampanye untuk merebut negara itu dari kendali komunis. Namun, keterlibatan Inggris di Vietnam tertutupi konflik lebih besar melawan Perancis dan Amerika Serikat.

Salah satu negara yang tidak pernah dijajah dalam daftar itu adalah Mongolia. Namun, Laycock tak bisa mendapatkan bukti sahih. Laycock menemukan bukti bahwa pasukan Inggris pernah berada 50 mil dari perbatasan Mongolia saat terlibat dalam krisis Revolusi Rusia. Namun, dia tak mendapatkan bukti apakah pasukan Inggris itu melintasi batas negara Mongolia atau tidak.